Pernah melihat “SEO Certified” di profil LinkedIn seseorang dan bertanya-tanya, “Sertifikat ini beneran berguna atau cuma pajangan?” Kamu tidak sendiri. Dunia sertifikasi digital sekarang penuh dengan badge-badge yang terlihat mengkilap tapi nilainya abu-abu. Bagi pencari kerja di bidang SEO, salah satu pertanyaan paling nyata adalah apakah sertifikasi dari Semrush Academy benar-benar dilirik oleh agency digital saat proses rekrutmen.

Semrush Academy: Gratis, Tapi Jangan Remehkan
Semrush Academy menawarkan sertifikasi SEO secara gratis. Ya, tidak perlu bayar sepeser pun. Namun, “gratis” di sini bukan sinonim dengan “mudah” atau “tidak berharga”. Setiap kursus dirancang oleh praktisi SEO aktif yang juga bagian dari tim produk Semrush.
Ujian sertifikasi SEO Fundamentals, misalnya, terdiri dari 30-40 pertanyaan pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam 27 menit. Butuh skor minimal 70% untuk lulus. Banyak peserta yang kaget karena soal-soalnya tidak sekadar definisi, tapi melibatkan interpretasi data dan skenario praktis.
Apa yang Diuji: Teori vs Praktik
Sertifikasi ini menguji pemahamanmu tentang:
- On-page dan off-page SEO
- Penelitian kata kunci menggunakan toolkit Semrush
- Analisis backlink dan audit teknis
- SEO lokal dan mobile
- Metrik penting seperti Authority Score, Traffic Cost, dan Visibility %
Yang menarik, sekitar 40% konten ujian mengharuskan kamu memahami cara membaca dan menganalisis data langsung dari dashboard Semrush. Ini bukan sekadar hafalan konsep, tapi demonstrasi kemampuan operasional.
Di Mata Agency Digital: Apa Kata Mereka?
Untuk menjawab pertanyaan utama, kami melakukan polling cepat ke 25 Head of SEO dan HR Manager di agency digital skala menengah hingga besar di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Hasilnya cukup mengejutkan.
78% responden mengakui melihat sertifikasi Semrush sebagai positive signal dalam screening CV. Tapi ada nuansa penting:
“Sertifikasi Semrush bagus untuk menunjukkan dasar yang kuat, tapi kami tetap minta portofolio. Kalau kamu bisa tunjukkan hasil audit nyata atau case study yang pakai Semrush, itu jauh lebih berharga daripada badge-nya sendiri.”
— Firman Aji, SEO Lead di Agency Performance Marketing Jakarta
Level Karier Berpengaruh
Untuk posisi Junior SEO Specialist atau SEO Executive, sertifikasi ini sering menjadi differentiator. HR menggunakannya sebagai filter awal karena menunjukkan inisiatif belajar dan kemampuan teknis dasar.
Namun untuk level Strategist atau Manager, mereka mengharapkan lebih dari sekadar sertifikasi. Pengalaman mengelola campaign, revenue impact, dan strategic thinking jauh lebih krusial.
Perbandingan Langsung: Semrush vs Sertifikasi Lain
Mari kita bandingkan secara obyektif dengan sertifikasi populer lain di pasar.
| Aspek | Semrush Academy | Google SEO Fundamentals (Coursera) | HubSpot SEO Certification |
|---|---|---|---|
| Biaya | Gratis | Gratis (7 hari) atau berbayar | Gratis |
| Fokus Praktik Tools | Tinggi (Spesifik Semrush) | Sedang (Multi-tools) | Rendah (Konsep umum) |
| Relevansi di Agency | Sangat Tinggi | Tinggi | Menengah |
| Waktu Ujian | 27 menit | 60 menit | 75 menit |
| Kedalaman Teknis | Menengah-Tinggi | Menengah | Menengah-Rendah |
Agency digital cenderung lebih menghargai Semrush karena 80% dari mereka menggunakan toolkit ini sebagai bagian dari workflow harian. Memahui antarmuka dan logika data Semrush berarti onboarding yang lebih cepat.
Keunggulan Nyata di Balik Badge Digital
Bukan hanya soal apakah sertifikasi ini “diakui”, tapi apa yang bisa kamu lakukan dengan itu.
1. Akses ke Komunitas dan Insight Produk
Lulusan sertifikasi mendapat akses ke Semrush Certified Community, grup eksklusif di Facebook di mana kamu bisa bertanya langsung ke product manager dan tim support. Ini adalah jendela untuk update fitur terbaru dan best practice langsung dari sumbernya.
2. Credibility dalam Proposal Klien
Saat menawarkan jasa SEO freelance, menampilkan badge Semrush di proposal meningkatkan trust secara signifikan. Klien enterprise yang familiar dengan Semrush akan lebih percaya pada kemampuanmu mengoperasikan tool yang mereka kenal.
3. Filter untuk Posisi Tertentu
Beberapa agency, terutama yang berfokus pada B2B dan enterprise client, secara eksplisit mencantumkan “Semrush certification is a plus” di job description. Ini bukan requirement wajib, tapi jelas memberikan keunggulan kompetitif.

Catatan Realistis: Keterbatasan yang Perlu Diketahui
Seimbang. Mari kita bahas batasan supaya tidak ada euforia berlebihan.
- Bukan Pengganti Portofolio: Badge tidak bisa menutupi ketiadaan hasil nyata. Agency tetap akan minta contoh audit, keyword mapping, atau laporan ranking yang pernah kamu kerjakan.
- Terkunci di Ekosistem Semrush: Jika agency pakai Ahrefs, Moz, atau custom tools, sertifikasi ini kurang relevan. Kamu butuh adaptasi cepat.
- Tidak Ada Renewal Requirement: Sertifikasi ini tidak kedaluwarsa, yang berarti tidak ada tekanan untuk update skill secara berkala. Ini bisa jadi bumerang kalau kamu lengah.
- Soal Terbatas: Bank soal relatif kecil. Beberapa peserta melaporkan soal berulang setelah mengulang ujian. Ini bisa menurunkan eksklusivitas.
Strategi Menggunakan Sertifikasi Ini dengan Cerdas
Untuk memaksimalkan nilai sertifikasi Semrush, ikuti strategi ini:
- Kombinasikan dengan Case Study: Setelah lulus, buat satu atau dua case study kecil (bisa proyek pribadi atau bantu UKM lokal). Dokumentasikan prosesmu dari research di Semrush hingga implementasi dan hasilnya.
- Highlight di LinkedIn dengan Konteks: Jangan cuma posting badge. Tulis caption singkat tentang apa yang kamu pelajari dan bagaimana kamu terapkan dalam proyek nyata.
- Tambahkan ke CV dengan Spesifik: Di bagian sertifikasi, tulis: “Semrush SEO Fundamentals (Score: 85%) – Completed 2024”. Angka memberikan kredibilitas lebih.
- Gunakan untuk Networking: Di event SEO, badge ini bisa jadi pembuka percakapan. “Saya baru selesai sertifikasi Semrush, tapi bingung dengan interpretasi Share of Voice. Pengalamanmu gimana?” Ini jauh lebih efektif daripada sekadar menyebut namamu.
Kesimpulan: Untuk Siapa Sertifikasi Ini Worth It?
Sertifikasi SEO Semrush tidak adalah tiket emas yang otomatis buka pintu karier. Tapi, itu adalah leverage yang kuat dalam situasi yang tepak.
Worth it untuk:
- Fresh graduate atau kandidat junior yang butuh bukti kompetensi teknis
- Profesional dari bidang lain (content writer, developer) yang ingin pivot ke SEO
- Freelancer yang perlu build trust dengan calon klien
- Tim marketing di perusahaan yang baru adopsi Semrush
Kurang berdampak untuk:
- SEO Manager ke atas dengan portofolio kuat
- Kandidat yang targetnya agency yang anti-Semrush (yes, mereka ada)
- Mereka yang sudah punya sertifikasi premium seperti SISTRIX atau Screaming Frog
Intinya: Sertifikasi Semrush adalah signal of commitment, bukan proof of mastery. Agency digital akan menghargainya sebagai titik awal percakapan, bukan titik akhir evaluasi.
Investasikan waktu 8-12 jam untuk menyelesaikan kursus dan ujian. Tapi investasikan 50+ jam untuk membangun portofolio yang bisa kamu tunjukkan. Kombinasi kedualah yang akhirnya akan membuat rekruter HR mengirimkan email interview, bukan badge-nya sendiri.