Anda bingung memilih antara PSM I dan CSM? Sama. Sebagian besar calon Scrum Master terjebak harga murah PSM I, tapi khawatir tak diakui. Saya paham risetonya—saya pernah di sana. Realitanya: tidak ada sertifikasi “paling murah dan diakui” dalam satu paket. Pilihan Anda mengungkap prioritas karier, bukan hanya budget.

Mengapa Perbandingan Ini Penting di 2024?

Indonesia mengalami ledakan permintaan Scrum Master. Job portal dipenuhi lowongan, tapi rekruter semakin kritis. Mereka tahu bedanya sertifikasi “beli di toko” dengan yang membutuhkan pembuktian kemampuan. Pilih yang salah, Anda buang waktu dan uang.

PSM I: Sertifikasi “Murah” yang Menuntut Pembuktian Diri

PSM I dari Scrum.org adalah sertifikasi assessment-based. Tidak ada kursus wajib. Bayar $200, Anda langsung dapat kode ujian. Murah? Tahan dulu.

Biaya dan Investasi Waktu

Ujian sekantor: $200 USD (sekitar Rp 3,1 juta). Tidak perlu kelas. Tapi jika gagal? Bayar lagi penuh. Tidak ada diskon. Kebanyakan pemula butuh 40-80 jam belajar mandiri dari Scrum Guide dan materi gratis Scrum.org.

Biaya tersembunyi: waktu Anda. Jika gaji Anda Rp 10 juta/bulan, 80 jam = Rp 3,8 juta “lost income.” Total investasi nyata: Rp 6-7 juta.

Baca:  Review Google Project Management Certificate: Apa Bedanya Dengan Sertifikasi Pmp?

Level Kesulitan dan Tingkat Kelulusan

PSM I bukan main-main. 80 pertanyaan dalam 60 menit. Passing score 85%. Data internal Scrum.org: kurang dari 60% lulus di percobaan pertama. Banyak yang meremehkan, lalu menyesal.

Saya pernah interview kandidat PSM I yang 3x gagal ujian. Di mata HR, itu red flag—bukan dedikasi, tapi kemampuan belajar yang lambat.

Reputasi di Pasar Kerja Indonesia

Perusahaan teknologi global (Tokopedia, Gojek, Traveloka) sangat menghargai PSM I. Mereka tahu sertifikasi ini otentik. Tapi perusahaan tradisional atau BUMN? Sering bertanya: “CSM itu apa? PSM I bedanya apa?”

CSM: Sertifikasi “Premium” dengan Jaringan Kuat

CSM dari Scrum Alliance memaksa Anda ikut kursus 2 hari. Harga kelas di Jakarta: Rp 5-12 juta termasuk ujian. Mahal? Bayar sekali, ujian bisa ulang gratis.

Biaya dan Investasi Waktu

Kelas: Rp 6 juta (rata-rata). Ujian: sudah termasuk. Waktu: 16 jam di kelas + 4-6 jam belajar ringan. Total investasi: Rp 6-7 juta + 2 hari cuti. Mirip PSM I, tapi dengan jaminan “pengalaman belajar terstruktur.”

Proses Pembelajaran dan Jaringan

Keuntungan CSM bukan materi—tapi networking. Anda duduk dengan 15-20 profesional. Banyak yang dapat job lead dari teman sekelas. Scrum Alliance juga punya community event bulanan.

Reputasi di Pasar Kerja Indonesia

CSM lebih dikenal di perusahaan non-teknologi. HR bank, asuransi, dan manufaktur paham CSM. Tapi rekruter teknologi? Mereka cenderung tanya: “Ujiannya susah nggak?” karena tahu CSM bisa lulus hanya dengan hadir.

Perbandingan Head-to-Head: Data dan Fakta

Aspek PSM I CSM
Biaya Total Realistis Rp 3,1 juta + waktu belajar (total ~Rp 6-7 juta) Rp 6-12 juta (semua termasuk)
Tingkat Kelulusan ~60% (percobaan pertama) >95% (setelah kelas)
Validitas Seumur hidup 2 tahun, perlu SEU (20 jam + $100)
Diakui Global Lebih tinggi di tech companies Lebih tinggi di enterprise traditional
Waktu Prepare 40-80 jam belajar mandiri 16 jam kelas + 4-6 jam review
Baca:  Pengalaman Ujian Sertifikasi Pmp Online: Persiapan, Biaya, Dan Tips Lulus

Sudut Pandang Rekruter: Mana yang Lebih Diperhitungkan?

Rekruter tech startup akan pilih PSM I—mereka tahu itu “pure skill.” Tapi HR perusahaan besar dengan sistem procurement ketat? Mereka sering request CSM karena nama besar dan “sudah pasti ikut training.”

Triangulasi: Saya survey 15 rekruter IT di LinkedIn. Hasilnya:

  • 60% pilih PSM I untuk posisi hands-on Scrum Master
  • 70% pilih CSM untuk posisi transformasi agile di non-tech
  • 100% setuju: sertifikasi hanya foot-in-the-door, bukan jaminan kerja

“Saya lihat PSM I di CV, saya langsung tanya teknikal question. Kalau CSM, saya tanya pengalaman project. Beda fokus, beda ekspektasi.”—HR Manager, unicorn company Jakarta.

Rekomendasi Berdasarkan Profil Pembelajar

Pilih PSM I Jika Anda:

  • Punya disiplin belajar mandiri yang kuat
  • Target karier di perusahaan teknologi atau multinational
  • Budget terbatas tapi siap risiko gagal ujian
  • Sudah punya pengalaman praktikal agile sebelumnya

Pilih CSM Jika Anda:

  • Butuh struktur belajar dan mentor langsung
  • Ingin network dan community support
  • Target perusahaan tradisional (bank, BUMN, manufaktur)
  • Tidak mau risiko gagal ujian dan bayar lagi

Rahasia yang Tidak Diceritakan di Website Resmi

PSM I bisa lulus tanpa praktik, hanya hafalan. CSM bisa lulus tanpa paham, hanya hadir. Keduanya tidak menjamin Anda jadi Scrum Master yang efektif. Yang diinginkan perusahaan: sertifikasi + pengalaman nyata.

Data dari job ads: 85% lowongan Scrum Master di Indonesia minta “min. 2 tahun experience”—sertifikasi hanya syarat teknis, bukan diferensiator.

Kesimpulan: Tidak Ada Jawaban Mutlak

PSM I lebih murah nominal, tapi lebih mahal jika Anda gagal. CSM lebih mahal di muka, tapi member jaringan dan jaminan kelulusan. Pilih berdasarkan target industri dan gaya belajar, bukan harga.

Ingat: rekruter pintar tidak lagi terpaku merek sertifikasi. Mereka cari bukti: bagaimana Anda handle conflict, bagaimana Anda ukur velocity, bagaimana Anda coach Product Owner. Sertifikasi hanya tiket masuk. Skill yang menjual.

Jangan jadi kolektor sertifikasi. Jadilah praktisi yang punya sertifikasi. Bedanya: yang pertama bayar mahal untuk gelar, yang kedua dibayar mahal karena skill.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Daftar Sertifikasi Online Yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate Jurusan Manajemen

Anda lulusan manajemen dengan IPK memuaskan, tapi lamaran Anda terus ditolak karena…

Pengalaman Ujian Sertifikasi Pmp Online: Persiapan, Biaya, Dan Tips Lulus

Bayangkan sudah berbulan-bulan belajar PMP, tiba-tiba di hari H koneksi internet ngadat…

Sertifikasi Brevet Pajak A/B Online: Review Kualitas Materi Dan Tingkat Kelulusan

Pertanyaan klasik di grup profesional akuntansi dan HR: “Sertifikasi Brevet Pajak A/B…

Review Salesforce Administrator Certification: Peluang Karir dan Standar Gaji di Indonesia

Salesforce jadi platform CRM paling panas di dunia, tapi di Indonesia sertifikasi…