Anda menyadari sertifikat UI/UX saja tidak cukup. Portofolio yang di-review mentor berkualitas justru yang dibuka recruiter pertama kali. Namun, di antara ratusan platform, mana yang benar-benar memberikan feedback mendalam, bukan sekadar komentar generik? Ini daftar tempat kursus yang sertifikatnya dihargai dan review portofolio-nya bermakna.
Kriteria Seleksi: Apa yang Membuat Review Portofolio “Terbaik”?
Sebelum masuk daftar, penting menyamakan persepsi. Platform terbaik menurut HR bukan yang paling mahal, tapi yang punya mekanisme review konkret.
Pertama, review harus synchronous (live 1-on-1) atau asynchronous dengan video walkthrough. Komentar teks tanpa konteks tidak cukup.
Kedua, reviewer harus practitioner aktif dengan minimal 5 tahun pengalaman. Bukan asisten atau alumni baru.
Ketiga, ada iterasi. Portofolio tidak hanya di-review sekali, tapi ada siklus revisi dan approval sebelum disertifikatkan.
“Saya tidak pernah hire hanya karena sertifikat. Tapi kandidat yang bisa jelaskan alasan di balik setiap desain decision—biasanya hasil dari mentor yang ketat—langsung naik ke urutan teratas.”
— Lead UX Designer di startup SaaS, based di Jakarta
Terakhir, sertifikat harus bisa diverifikasi secara online. QR code atau link ke credential page adalah standar minimum.

10 Tempat Kursus dengan Sertifikat & Review Portofolio Bermutu
1. Interaction Design Foundation (IDF)
IDF bukan sekadar kursus, tapi komunitas akademik. Program UX Portfolio and Career mereka termasuk 3 sesi review portofolio 1-on-1 via Zoom dengan mentor yang dipilih berdasarkan industri targetmu.
Biaya: $1,872/tahun (semua course) atau $1,500 untuk program portofolio saja.
Durasi: 16 minggu, dengan 3 project utama.
Nilai Sertifikat: Sangat tinggi di Eropa dan Asia. Sertifikat IDF langsung muncul di LinkedIn Learning path dan punya verification ID.
Review Portofolio: Mentor akan challenge setiap case study. Mereka tidak memberi “OK” mudah. Expect 2-3 kali revisi per project.
Catatan Realistis: Kurva belajar cukup teori-heavy. Kurang cocok untuk yang ingin portofolio visual spektakuler tapi konseptualnya dangkal.
2. Google UX Design Certificate (Coursera)
Sertifikat paling populer untuk transisi karir. Meski mass-market, fitur peer-review dan opsi mentorship via Coursera Plus memberikan nilai tambah.
Biaya: $39/bulan (Coursera) atau $399/tahun (Coursera Plus untuk akses mentorship).
Durasi: 6 bulan (10 jam/minggu).
Nilai Sertifikat: Diakui HR di Indonesia untuk posisi entry-level. Google punya employer consortium yang aktif hiring lulusan.
Review Portofolio: Review dari peer bisa diandalkan jika aktif di forum. Untuk mentorship paid, kamu dapat 2 sesi review portofolio 30 menit. Cukup untuk high-level feedback, tapi tidak untuk iterasi detail.
Catatan Realistis: Portofolio template-nya mirip antar lulusan. Kamu harus ekstra kreatif untuk standout.
3. CareerFoundry
Platform ini fokus pada job guarantee. Review portofolio merupakan bagian dari milestone untuk klaim jaminan kerja.
Biaya: $6,900 (UI/UX Designer Program).
Durasi: 10 bulan (part-time).
Nilai Sertifikat: Bagus untuk pasar Jerman dan US. Di Indonesia, sertifikatnya dianggap premium tapi bukan deal-breaker.
Review Portofolio: Dedicated mentor + tutor. Setiap project di-review dalam 24 jam via video feedback 5-10 menit. Kamu bisa request sesi tambahan jika revisi tidak approved.
Catatan Realistis: Harganya tinggi. Job guarantee punya syarat ketat (harus apply 10+ pekerjaan/minggu). Jangan enroll jika tidak siap komit penuh.
4. Springboard
Mirip CareerFoundry tapi lebih fleksibel. Mentor adalah senior dari perusahaan tech besar.
Biaya: $11,900 (one-time) atau $1,890/bulan.
Durasi: 9 bulan (15 jam/minggu).
Nilai Sertifikat: Sertifikat Springboard tidak sekuat IDF atau Google, tapi nama mentormu yang akan jadi jualan.
Review Portofolio: Weekly 1-on-1 call 30 menit dengan mentor. Kamu juga mendapat akses ke industry design project dengan klien nyata, yang direview stakeholder beneran.
Catatan Realistis: Mentor quality bisa inconsistent. Request mentor profile sebelum commit. Jika mentor tidak match, ganti secepatnya.
5. DesignLab
Fokus pada UX Academy intensif. Review portofolio terstruktur dengan Design Challenge.
Biaya: $7,749.
Durasi: 15-30 minggu (tergantung pace).
Nilai Sertifikat: Cukup dikenal di US. Di Indonesia, lebih dianggap sebagai “bootcamp berkualitas” daripada institusi sertifikasi.
Review Portofolio: Group crit sesi tiap minggu (4-5 orang) plus 4 sesi 1-on-1. Group crit sangat valuable untuk latihan presentasi.
Catatan Realistis: Programnya demanding. Jika kamu masih bekerja full-time, pilih pace yang paling longgar.
6. General Assembly (GA)
Bootcamp veteran dengan jaringan hiring partner kuat di Jakarta dan Singapura.
Biaya: Rp 35-45 juta (onsite Jakarta) atau $4,500 (online).
Durasi: 12 minggu (full-time) atau 24 minggu (part-time).
Nilai Sertifikat: Nama GA cukup solid di Asia Tenggara. Banyak startup lokal yang hire langsung dari alumni pool.
Review Portofolio: Instructor-led review setiap 2 minggu. Kelemahannya: instructor sering jadi alumni GA sendiri dengan pengalaman 2-3 tahun, bukan practitioner senior.
Catatan Realistis: Fokus pada speed dan employability. Kurang deep-dive untuk research. Portofolio cenderung polished tapi tipis di insight.
7. Memorisely
Platform remote-first dengan fokus pada desain sistem dan UI. Review portofolio via Notion async dan Zoom.
Biaya: $1,500-2,500 per bootcamp (UI Design, UX Research, Design System).
Durasi: 6-8 minggu per bootcamp.
Nilai Sertifikat: Sertifikatnya niche—lebih dihargai untuk role spesifik seperti Design System Engineer.
Review Portofolio: Mentornya adalah designer dari perusahaan remote top (Doist, Buffer). Feedback sangat praktis untuk distributed team workflow.
Catatan Realistis: Tidak untuk pemula total. Butuh basic Figma. Portofolio yang keluar sangat tech-savvy, mungkin terlalu spesifik untuk korporasi tradisional.
8. SuperHi
Lebih ke arah creative coding + UI. Tapi course Experimental Design mereka termasuk review portofolio yang unik.
Biaya: $399-499 per course.
Durasi: 8 minggu.
Nilai Sertifikat: Sertifikat SuperHi dihargai di agency dan creative studio, bukan corporate tech.
Review Portofolio: Feedback via Slack async + recorded video. Mentornya adalah creative director. Sangat baik untuk portofolio visual artsy.
Catatan Realistis: Jika targetmu adalah bank, fintech, atau enterprise, kurang relevan. Jika target creative agency, perfect.
9. Udacity UX Designer Nanodegree
Program nanodegree dengan review otomatis dan mentor sesi.
Biaya: $399/bulan atau $1,356 sekali bayar.
Durasi: 3 bulan (10 jam/minggu).
Nilai Sertifikat: Nama Udacity masih diakui, tapi UX programnya kurang update dibanding data science atau programming.
Review Portofolio: Project di-review oleh “reviewer network” anonim dengan rubrik terstruktur. Tidak ada live session. Feedback cukup generic.
Catatan Realistis: Murah dan cepat. Tapi review portofolio lemah. Hanya direkomendasikan untuk tambahan credential, bukan utama.
10. Nielsen Norman Group (NN/g)
Bukan kursus portofolio, tapi sertifikasi research yang bisa jadi differentiator.
Biaya: $800-1,600 per course.
Durasi: 1-2 hari intensive (onsite) atau 4-6 minggu online.
Nilai Sertifikat: Sertifikat NN/g adalah emas di industri. Recruiter senior langsung notice.
Review Portofolio: Tidak ada review portofolio. Tapi kamu bisa konsultasi 1-on-1 dengan instructor selama course. Insight-nya sangat strategis.
Catatan Realistis: Ambil ini setelah punya portofolio dasar. NN/g akan tingkatkan kemampuan presentasi dan justifikasi research, bukan visual design.
Perbandingan Cepat: Mana yang Paling Worth It?
| Platform | Review Quality | Biaya | Waktu | Rekognisi di Indo |
|---|---|---|---|---|
| IDF | ⭐⭐⭐⭐⭐ (Deep & Iterative) | $$ | 16 minggu | Tinggi |
| ⭐⭐⭐ (Basic) | $ | 24 minggu | Sangat Tinggi | |
| CareerFoundry | ⭐⭐⭐⭐ (Structured) | $$$$ | 40 minggu | Menengah |
| Springboard | ⭐⭐⭐⭐ (Inconsistent) | $$$$ | 36 minggu | Menengah |
| DesignLab | ⭐⭐⭐⭐ (Group Crit) | $$$ | 15-30 minggu | Menengah |
| General Assembly | ⭐⭐⭐ (Fast-track) | $$$ | 12-24 minggu | Tinggi (SEA) |
| Memorisely | ⭐⭐⭐⭐ (Niche) | $$ | 8 minggu | Rendah (Niche) |
| SuperHi | ⭐⭐⭐ (Creative) | $$ | 8 minggu | Rendah |
| Udacity | ⭐⭐ (Generic) | $$ | 12 minggu | Menengah |
| NN/g | ⭐⭐⭐⭐⭐ (Strategic) | $$$ | 1-6 minggu | Sangat Tinggi |

Perspektif Recruiter: Apa yang Mereka Cek Selain Sertifikat?
Sebagai seseorang yang pernah screening ratusan aplikasi, saya bisa konfirmasi: sertifikat hanya membuat CV tidak langsung dibuang. Tiga hal berikutnya yang menentukan interview:
1. Depth of Process di Case Study
Recruiter baca case study cari red flag: apakah user research-nya real atau fiksi? Apakah design decision dijustifikasi dengan data? Review portofolio dari mentor yang bagus akan memastikan tidak ada hole di story.
2. Visual Polish vs. Research Rigor Balance
Portofolio dari DesignLab atau SuperHi biasanya visualnya menarik. Tapi jika tidak ada user quote atau usability metrics, recruiter curiga itu UI-only, bukan UX. IDF dan NN/g lulusan punya kebalikannya: research kuat tapi visual kurang.
3. Mentor’s Name Recognition
Di portofolio, kamu boleh sebut “Reviewed by [Mentor Name], Senior UX at [Company]”. Ini lebih powerful daripada nama platform. Springboard unggul di sini karena mentornya dari FAANG.
“Saya pernah interview kandidat dengan sertifikat Google. Portofolionya tampak sama persis dengan template. Tapi kandidat lain dengan sertifikat IDF bisa ceritakan 5 iterasi usability test detail. Pilihannya jelas.”
— Head of Product Design, e-commerce unicorn
Strategi Pilih Berdasarkan Goal Karir
Untuk Fresh Graduate / Career Switcher dengan Budget Terbatas:
- Google UX Design Certificate (dasar) → lalu ambil IDF (deepen). Total biaya sekitar $2,000 tapi portofolio kamu akan solid.
Untuk Professional yang Ingin Naik Level ke Senior:
- NN/g UX Certification (untuk strategic thinking) + Memorisely (untuk design system). Fokus pada 2-3 case study yang kompleks.
Untuk yang Butuh Jaminan Kerja Cepat:
- CareerFoundry atau General Assembly Jakarta. Jaringan hiring partner mereka adalah nilai jual utama. Tapi siapkan mental untuk pace brutal.
Untuk Freelancer / Agency Designer:
- SuperHi atau DesignLab. Review portofolio dari creative director akan sesuai dengan client expectation di agency world.
Kesimpulan: Sertifikat adalah Ticket, Review Portofolio adalah Boarding Pass
Tidak ada satu platform sempurna. IDF menang di review quality, Google di aksesibilitas, CareerFoundry di jaminan kerja, dan NN/g di prestige. Pilihanmu harus selaras dengan gap skill terbesar.
Yang pasti: jangan enroll ke platform yang hanya menawarkan “sertifikat digital tanpa review”. Itu sia-sia. Recruiter tahu mana yang gampang dan mana yang legit.
Investasi terbesar bukan uang, tapi waktu untuk revisi. Pilih mentor yang akan tear apart design-mu. Itu yang paling berharga.